Merawat Kesejahteraan dan Kemaslahatan bersama melalui UPZIS MD IAI Hamzanwadi Pancor
Dalam Islam, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga instrumen sosial yang menegakkan keadilan dan solidaritas umat. Melalui mekanisme pengelolaan yang profesional dan berbasis nilai-nilai keikhlasan, ZIS menjadi energi perubahan sosial yang konkret. Di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor, semangat ini diwujudkan melalui Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Manajemen Dakwah (UPZIS MD) — lembaga yang berperan sebagai jembatan antara kepedulian dan kemaslahatan.
1. Zakat: Pilar Distribusi dan Pemberdayaan
Zakat merupakan kewajiban syar’i bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat harta (nisab dan haul). Fungsinya bukan sekadar menolong yang lemah, tetapi juga menata ulang distribusi kekayaan agar tercipta keseimbangan sosial.
Melalui UPZIS MD, zakat tidak berhenti pada penyaluran konsumtif, tetapi diarahkan pada program yang sangat mendasar yakni pengadaan keperluan Taman Pendidikan Qur'an seperti : Qur'an, Iqro' dan Buku Panduan Tajwid (Batu Nompal). Kedepannya jika UPZIS MD dipercya lebih oleh para Muzakki berencana mengembangkan perogram-perogram melalui pelatihan kewirausahaan mahasiswa, beasiswa dhuafa, dan bantuan usaha mikro masyarakat sekitar kampus. Dengan cara ini, zakat menjadi instrumen ekonomi yang berdaya guna, bukan sekadar amal spontan.
2. Infak: Gerakan Kepedulian Tanpa Batas
Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan baku, infak bersifat sukarela dan dapat dilakukan kapan saja. Ia adalah bentuk ekspresi sosial atas rasa syukur dan tanggung jawab moral.
UPZIS MD IAI Hamzanwadi Pancor mengelola infak dari sivitas akademika — dosen, mahasiswa, dan masyarakat — untuk mendukung kegiatan dakwah, sosial, dan kemanusiaan, seperti bantuan bencana, pembangunan fasilitas ibadah, hingga dukungan kegiatan keislaman.
3. Sedekah: Spirit Keikhlasan dan Cinta Sesama
Sedekah (shadaqah) mencerminkan dimensi spiritual dari kepedulian. Ia tidak terbatas pada materi, melainkan juga tindakan kecil yang bernilai besar — memberi ilmu, tenaga, bahkan senyuman.
UPZIS MD memaknai sedekah sebagai cerminan akhlak kampus dakwah, mendorong budaya saling menolong dan berbagi di setiap lini kehidupan akademik. Dengan sedekah, hubungan antaranggota menjadi lebih harmonis dan berjiwa sosial.
4. UPZIS MD: Laboratorium Filantropi Kampus
Sebagai lembaga resmi pengelola ZIS di lingkungan IAI Hamzanwadi Pancor, UPZIS MD berperan ganda: edukatif dan sosial.
Di satu sisi, ia menjadi wadah pembelajaran praktis bagi mahasiswa Manajemen Dakwah untuk memahami manajemen filantropi Islam secara profesional. Di sisi lain, ia menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat kampus dan masyarakat sekitarnya, sejalan dengan visi Perguruan Tinggi Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Melalui sinergi antara nilai, ilmu, dan aksi, ZIS yang dikelola oleh UPZIS MD IAI Hamzanwadi Pancor menjadi model nyata filantropi Islam berbasis kampus. Ia membuktikan bahwa dakwah tidak selalu di mimbar, tetapi juga di lapangan sosial — di mana zakat, infak, dan sedekah menjadi bukti nyata bahwa ilmu yang diamalkan dapat menebar manfaat dan keberkahan bagi seluruh umat.